69 Project Adventure Rintis Jalur IOX-MEX 2016

69project-MEX2016

Menurunkan empat rider terbaiknya, yakni amy, kader, H.morry, avix 69 project ikut andil dalam merintis jalur Meratus Expedition bersama tim Jhonlin Racing Team. 

Tepatnya hari sabtu 19/03 Saat itu jam menunjukkan pukul 09:30 wita, para offroader dan tider bersiap siap untuk Start dari camp inni joa kecamatan mantewe   Kabupaten Tanah Bumbu menuju gunung tawakan kabupaten Banjar. Ada sepuluh rider menggunakan motor trail dan dari tim JRT menggunakan mobil polaris.

img_3876.jpg

Empat rider 69 project saat persiapan start di camp inni joa

Tidak mudah bagi offroader dan rider untuk melalui jalur sepanjang 474 km tersebut, tim membutuhkan empat hari untuk menembus jalur yang memiliki karakter bermacam macam. Di track awal offroder langsung bersusah payah menaklukkan jalur lumpur, saat itu kondisi jalur usai di guyur hujan dan sudah pasti kondisi jalur selain becej juga licin. Hampir lima jam para offroader baru bisa melepaskan diri dari jalur tersebut.

Tepat pukul 18:00 wita para offroader tiba di desa batu bulan kec.kusan hulu kab.tanah bumbu. Namun tidak semua offroder yang bisa finish di desa tersebut, sebagian nasih tertinggal karna ada berbagai kendala yang mereka hadapi dan merekapun memutuskan untuk menginap di kampung bani. Kampung bani hanya terdapat dua buah bangunan gubuk yang berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus warung makan, jarak antara kampun bani dan desa batu bulan sekitar tujuh kilo meter. Tim yang di desa batu bulan menyewa sebuah rumah yang terbuat dari kayu sebagai tempat untuk beristrahat. ” lumayan juga buat tidur malam ini, bisa melemaskan otot otot yang kencang” celetuk amy.

img_3973.jpg

Rider dan offroder melalui jalur tanah berlumpur

Pagi mulai menjelang , suara kokok ayam pun terdengar bersahutan pertanda pagi mulai menyapa, warga desa pun mulai terdengar beraktivitas, ada yang ke kali untuk mencuci pakaian juga ada yang mandi. Tidak ketinggalan para offroader dan rider, setelah membereskan peralatan tidur mereka bergegas ke kali untuk mandi. Setelah sarapan tim kembali melanjutkan perjalan, di komando oleh pak H.syamsudin (H.isam) tim bergerak dari desa batu bulan, jalur yang di lalui tidak kalah extrem dari jalur hari pertama, bahkan bisa dikatakan lebih extrem, selain melalui jembatan yang hanya terbuat dari batang pohon tim juga harus menaklukkan jalur berbatu dan tanjakan. Kader salah satu rider 69 project berujar, untuk menklukkan jalur seperti ini sangat memerlukan fisik yang tangguh, selain itu juga pengalaman sangat dibutuhkan. Rider 69 project lainnya juga mengungkapkan hal yang sama, “jalur ini sangat menguras fisik, tapi tidak hanya itu saja kesabaran juga sangat diperlukan untuk menaklukkan track ini”,ungkap avix sambil menghela nafas.( bersambung).